Kamis, 02 September 2010

Hidup adalah Pilihan

Hidup adalah pilihan kawan, coba anda pikirkan dan balik ke belakang sebentar, semua manusia mempunyai peran masing-masing tergantung kita mau peran sebagai apa didalam kehidupannya.

Apakah kita sebagai seorang pegawai, buruh, atau pengusaha.

Selasa, 31 Agustus 2010

Sebuah Renungan ttg KESUKSESAN



Sebuah Renungan ttg KESUKSESAN



Sukses itu sederhana,
sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya,
sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata
kiyosaki/tung desem waringin/the secret,
sukses itu tidak perlu dikejar,
SUKSES adalah ANDA!
karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri…

Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma
untuk membuahi 1 ovum,
itu adalah sukses pertama Anda!

Bagaimana Anda bisa lahir dengan anggota tubuh sempurna
tanpa cacat,
itulah kesuksesan Anda kedua…

Ketika Anda
ke sekolah bahkan bisa menikmati studi S1,
di saat tiap menit ada 10 siswa drop out karena tidak mampu
bayar SPP,
itulah sukses Anda ketiga…

Ketika Anda bisa bekerja di perusahaan bilangan segitiga emas,
di saat 46 juta orang menjadi pengangguran,
itulah kesuksesan Anda keempat…

Ketika Anda masih bisa makan tiga kali sehari,
di saat ada 3 juta orang
mati kelaparan setiap bulannya
itulah kesuksesan Anda yang kelima…

Sukses terjadi setiap hari,
Namun Anda tidak pernah menyadarinya. ..

Saya sangat tersentuh ketika menonton film Click!
yg dibintangi Adam Sandler,
“Family comes first”, begitu kata2 terakhir
kepada anaknya sebelum dia meninggal…
Saking sibuknya Si Adam Sandler ini mengejar kesuksesan,
ia sampai tidak sempat meluangkan waktu untuk anak & istrinya,
bahkan tidak sempat menghadiri hari pemakaman ayahnya sendiri,
keluarga nya pun berantakan,
istrinya yang cantik menceraikannya,
anaknya jadi ngga kenal siapa ayahnya…

Sukses selalu dibiaskan oleh penulis buku laris
supaya bukunya bisa terus2an jadi best seller
dengan membuat sukses menjadi hal yg rumit dan sukar didapatkan.. .
Sukses tidak melulu soal harta,rumah mewah,mobil sport,jam Rolex,pensiun
muda,menjadi pengusaha,punya kolam renang/helikopter, punya istri cantik
seperti Donald Trump,&resort mewah di Karibia…

Sukses sejati adalah hidup dengan penuh syukur

Selasa, 10 Agustus 2010

6 Jalan Sederhana Bikin Hidup Lebih Bahagia


6 Jalan Sederhana Bikin Hidup Lebih Bahagia


Studi menunjukkan bahwa tertawa dapat menurunkan tekanan darah, hormon stres menurun, dan endorphin meningkat. APA yang benar-benar akan membuat Anda tersenyum sekarang? Memenangkan undian atau mendapatkan promosi jabatan sesuai impian selama ini? Kenyataannya, rezeki nomplok tidak selalu bisa meningkatkan mood Anda.

Studi menunjukkan bahwa sesuatu yang sederhana, seperti mematikan televisi atau mengeluarkan uang Rp10.000 bisa memberikan kebahagiaan. Di bawah ini, enam cara mudah untuk lebih bahagia, seperti diulas Fitness.

Bergaul dengan orang-orang bahagia

Hanya berada di dekat orang berpikiran positif sudah cukup untuk membuat Anda tersenyum. Para peneliti menduga bahwa kebahagiaan bisa menular. Orang-orang yang bahagia cenderung memberikan kebaikan untuk orang-orang di sekitarnya, yang menjadikan mereka orang-orang yang menyenangkan. Menangkap getaran senyuman saat berkumpul secara teratur dengan teman-teman Anda yang ceria, akan juga membuat Anda ceria.

Mematikan televisi

Setelah menganalisis data selama 34 tahun, peneliti Universitas Maryland melaporkan bahwa orang-orang yang menilai dirinya "agak bahagia" menyaksikan tayangan televisi 10 persen lebih lama daripada mereka yang menilai dirinya "sangat bahagia".

Teorinya menyatakan, terpaku di depan layar televisi menghibur Anda, tapi tidak terlalu memuaskan dalam jangka panjang. Lebih buruk lagi jika televisi mengurangi kegiatan yang lebih bisa memenuhi kebutuhan emosional diri, seperti kelas yoga dan piknik bersama keluarga.

Mengenang momen kemenangan

Pajanglah foto-foto yang menggambarkan momen kemenangan Anda di tempat Anda mudah melihatnya, seperti pintu kulkas atau meja kerja. Suatu snapshot yang menampilkan Anda tengah tersenyum lebar mencapai garis finish atau mendaki gunung akan meningkatkan mood Anda dan memicu pemikiran berorientasi tujuan, menurut sebuah studi dalam Journal of Consumer Research.

Menghilangkan perasaan negatif

Sebuah studi baru-baru ini yang dipublikasikan jurnal Obesity menemukan bahwa pasien yang depresi pada program penurunan berat badan tidak hanya berhasil menghilangkan sekira 8 persen berat badan mereka, tetapi juga melaporkan peningkatan mood-nya secara signifikan. Perubahan psikologis mungkin terkait peningkatan harga diri dan kepercayaan diri peserta.

Banyak tertawa

Studi menunjukkan bahwa tertawa dapat menurunkan tekanan darah, hormon stres menurun, dan endorphin meningkat. Terlebih lagi, tampaknya tidak ada perbedaan antara tawa nyata dan dipaksa. "Saya memberitahu klien untuk tertawa ketika mereka sedang terjebak di kemacetan. Itu benar-benar akan membuat Anda merasa lebih baik," kata Ronel Corbin dari ESPA International.

Memberi walau hanya sedikit

Uang Rp 10.000 benar-benar bisa membeli kebahagiaan. Mereka yang menyumbangkan uangnya (meski sedikit) untuk amal dilaporkan merasa lebih baik di akhir hari daripada yang menggunakan uang untuk dirinya sendiri, menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science.(ftr)

Minggu, 27 Juni 2010

Bangun pagi dengan senyum bersinar diwajah kita.


Bangun pagi dengan senyum bersinar diwajah kita.
Teriring lantunan ucap Alhamdulillah sampai detik ini Allah masih memberikan nikmat terbesar pada hidup ini masih diizinkannya menghirup udara segar dipagi hari. meski sedikit dingin.

Alhamdulillah akhirnya bisa recovery lagi.
mampu tersenyum lagi....mampu sambut hari yang datang dengan senyuman.
tak percaya rasanya segalanya berakhir begitu membahagiakannya.

Hanya puji syukur tiada henti kepada Allah Swt.
begitu besar kasih sayang yang tercurah padaku.
rasanya aku hanya hamba yang tiada pernah bersyukur bila masih mengeluh;)
satusatunya hal yang ingin kulakukan saat ini hanyalah bersyukur..bersyukuur.
begitu banyak kemudahan yang terlimpah.

mungkin sebentar lagi akan ada beberapa kejadian yang akan merampas senyum kita, yang akan membuat kita pilu ataupun bersedih.
tapi bukannkah semua sudah diaturNya.
semua tlah diaturnya.... tugas kita hanyalah bersyukuur tawakal ikhlas dan ridho..

Subhanallah ketika kita mampu ridho.... ternyata pintu kebahagiaan dibukakan dari berbagai arah...;)

Peringatan buat diri sendiri yang masih suka mengeluuh...;(
ganti icon smile ach..;)
Senyum hangat penuh cinta buat saudari/aku sekalian.

mari kita sambut pagi ini dengan senyum bahagia......

Selasa, 22 Juni 2010

Tersenyum, Lapangkan Hati


Tersenyum, Lapangkan Hati


Anda ingin selalu sehat, bahagia dan positif?
Ada resep sederhana yang tidak perlu anda tebus di apotek.
Cukup dengan tersenyum anda akan menciptakan citra positif bagi diri anda dan
bagi orang lain di sekitar anda.
Semakin murah hati anda membagikan senyuman semakin besar khasiat kebaikan yang
akan anda tuai.


Seorang perempuan sedang tersenyum.


Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya
atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar
mata. Kebanyakan orang senyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang.
Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu
yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik
raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau
ketika dia marah.
Senyum dalam agama Islam itu adalah ibadah, karena senyum itu membuat orang
menjadi indah dan enak dilihat.
Sebuah senyuman yang sesungguhnya dan tulus bekerja hampir-hampir seperti
“tombol ajaib” yang menghidupkan rasa bersahabat pada orang lain seketika.
Salah satu alasan sederhana mengapa banyak diantara kita tidak tersenyum lebih
sering atau lebih tulus adalah kebiasaan yang kita miliki untuk selalu menahan
perasaan kita yang sesungguhnya. Sayang sekali!
Abraham Lincoln pernah mengatakan : “Sebagian besar orang hampir sebahagia
yang mereka pikirkan.” Kebahagian tidak ditentukan oleh apa yang terjadi pada
hidup kita, tetapi oleh cara kita bereaksi terhadap apa yang terjadi.
Luangkan waktu bersama anak-anak. Belajarlah lebih banyak tentang tawa,
spontanitas, keingintahuan, penerimaan, kegembiraan, kepercayaan, keteguhan,
dan imajinasi anda. Keberadaan anak-anak adalah untuk mendidik kita.
Ia tak dapat dibeli, diminta, dipinjam, atau dicuri. Karena ia adalah
sesuatu yang tidak berguna sebelum diberikan kepada orang lain. Itulah
senyuman, memperkaya orang yang menerima tanpa membuat melarat orang yang
memberi.
(Dikutip dari Buku How to Win Friends and Influence People).

Percayakah Anda bahwa seulas senyum dapat mengubah dunia? Senyum menyimpan
kekuatan dahsyat. Sesuatu yang sulit menjadi mudah karenanya, dan yang tak
mungkin menjadi bisa. Tentu yang dimaksud disini adalah senyum tulus dari hati,
bukan senyum sinis atau terpaksa yang tak sedap dipandang mata.
Dale Carnegie dalam buku How to Win Friends and Influence People
menempatkan senyum tulus sebagai salah satu prinsip yang harus dijalani untuk
meraih sukses. Carnegie mencontohkan seorang manajer personalia dari sebuah
toserba di New York City memutuskan untuk memperkerjakan seorang gadis yang
belum tamat sekolah namun memiliki senyuman yang menyenangkan ketimbang seorang
Ph.D berwajah muram. Mengapa? Karena senyum yang tulus membawa aura positif
yang bisa ditularkan pada lingkungan sekitarnya. Etos kerja karyawan akan
meningkat dan keuntungan perusahaan pun naik berkali lipat.
Orang-orang Cina kuno bahkan mematri anjuran senyum dalam pepatah, “Tanpa
wajah yang tersenyum, Anda tidak boleh membuka toko”. Bisa jadi, ini kunci
sukses berdagang orang-orang Cina. Siapapun, termasuk Anda, tentu lebih senang
berbelanja di toko yang pelayannya ramah, penuh senyuman. Walau tempatnya jauh,
Anda takkan segan untuk kembali.
Pepatah dalam Islam mengatakan “Tersenyumlah, karena senyum itu sedekah”.
Ini benar adanya. Andaikan Anda bertemu dengan seseorang yang sedang dirundung
malang, lalu tersenyum tulus padanya, ketahuilah saat itu Anda tengah mengobati
hatinya. Walau tak diucapkan, sejenak orang itu melupakan masalahnya dan
merasakan sebaris kebahagiaan lain yang tidak diduga. Senyuman tulus Anda
ibarat setetes embun di padang gersang atau cahaya lilin di kegelapanan, selalu
menyenangkan bagi yang memandangnya. Tidak sulit memahami makna pepatah ini.
Posisikan diri Anda sebagai orang yang mendapat senyuman. Meski saat itu Anda
tidak membalasnya, hati Anda pasti merasa gembira.
Menghentikan Waktu
Yang jelas, jika berhasil menjadikan senyum sebagai suatu kebiasaan, Anda
berkesempatan memiliki fisik dan psikis yang sehat, disukai banyak orang,
bahkan bisa ‘menghentikan’ waktu. Usia boleh bertambah, namun raut wajah tetap
kelihatan muda. Itu disebabkan untuk tersenyum hanya diperlukan 17 otot wajah
yang bekerja. Sedangkan ekpresi cemberut atau sedih membutuhkan 32 otot wajah.
Makanya orang-orang yang banyak ditimpa masalah dan selalu bersedih hati akan
kelihatan lebih tua dari teman-teman sebayanya.
Be Smilling Person

Mulai hari ini, tekatkan hati untuk selalu tersenyum pada siapa saja. Sulit ?
Itu karena Anda belum mencoba. Berdirilah didepan kaca, yakinkan diri kalau
Anda tampak lebih cantik bila tersenyum. Di pagi hari sebelum melangkah keluar
rumah, ambil posisi berdiri, tarik dagu. Tegakkan kepala sampai menengah sambil
menarik napas dalam-dalam, lalu lepaskan napas perlahan sambil membentangkan
kedua tangan. Kemudian tersenyumlah. Ucapkan kata, “Mulai hari ini aku akan
selalu berusaha tersenyum.”
Suatu saat ketika kita tidak tahu harus memberikan apa kepada seseorang, atau
ketika kita tidak memiliki apapun yang dapat kita bagikan, kita tahu kita masih
punya SENYUMAN :)

KEEP SMILE!
(Dari berbagai sumber).
Gambar dr Wikipedia.

Selasa, 08 Juni 2010

21 cara orang kaya Berpikir dan bertindak berbeda dari orang miskin da - Jawaban Terbaik Sudah di Pilih:

21 cara orang kaya Berpikir dan bertindak berbeda dari orang miskin da - Jawaban Terbaik Sudah di Pilih:

--------------------------------------------------------------------------------
1. orang kaya membuat nilai tambah
orang mskin tidak membuat/ sedikit nilai tambah

2. orang kaya mempunyai factor kali
orang miskin tidak punya factor kali

3. orang kaya memastikan orang lain win baru dia win
orang miskin : lose-win
win – lose
win dulu baru orang lain win

4. orang kaya penuh daya upaya
orang miskin penuh alasan

5. orang kaya bertanggung jawab terhadap hidupnya
orang miskin menyalahkan situasi, lingkungan, orang lain dan nasib

6. orang kaya bermain dengan uang untuk menang
orang miskin bermain dengan uang untuk tidak kalah

7. orang kaya berkomitmen untuk menjadi kaya
orang misikin ingin menjadi kaya

8. orang kaya berpikir besar
orang miskin berpikir kecil

9. orang kaya focus pada kesempatan
orang miskin focus kepada hambatan

10. orang kaya mengagumi orang kaya dan sukses lainnya
orang miskin iri pada orang kaya dan sukses lainnya

11. orang kaya bergaul dengan orang positif dan sukses
orang miskin bergaul dengan orang negative dan tidak sukses

12. orang kaya bersedia untuk mempromosikan diri mereka dan nilai-nilai mereka
orang miskin berpikir negative tentang penjualan dan promosi

13. orang kaya lebih besar daripada masalah mereka
orang miskin lebih kecil dari masalah mereka
14. orang kaya penerima yang luar biasa
orang miskin adalah penerima yang buruk

15. orang kaya memilih dibayar berdasarkan hasil
orang miskin memilih dibayar berdasarkan waktu

16. orang kaya berpikir “dua-duanya”
oranng miskin berpikir “salah satu/atau”

17. orang kaya focus pada wealth style (massive &pasif income ) mereka
orang miskin focus pada life style (gaya hidup) mereka

18. orang kaya memanage uang mereka dengan baik
orang miskin tidak memanage uang mereka dengan baik

19. orang kaya membuat uang bekerja keras untuk mereka
orang miskin membuat diri mereka bekerja keras untuk uang

20. orang kaya bertindak melawan ketakutan mereka
orang miskin membiarkan ketakutan menghentikan mereka

21. orang kaya terus menerus belajar dan bertumbuh
orang miskin berpikir mereka sudah tahu

Selasa, 20 April 2010

Menemukan Kebahagiaan dalam Diri




Setiap orang memiliki pendapat dan definisi yang berbeda tentang kebahagiaan. Untuk lebih memudahkan saya mencoba untuk membagi ke dalam 3 macam tipe manusia yang mendefinisikan arti bahagia.

Tipe I adalah orang yang mengatakan bahwa dirinya akan merasa bahagia jika apa yang telah lama diinginkannya dapat tercapai. Biasanya orang tipe I ini mengapresiasikan kebahagiaan dengan banyaknya benda – benda material yang dapat dimiliki (materialism). Misalnya orang tipe I ini akan merasa bahagia jika ia dapat memiliki sebuah rumah mewah dan megah dan tinggal di dalamnya, atau ia akan merasa bahagia jika dapat memiliki banyak mobil mewah. Dengan kata lain manusia tipe I ini akan merasa bahagia jika ia memiliki banyak uang sehingga bisa membeli apa pun yang ia inginkan.
Sedangkan manusia dengan tipe II adalah mereka yang merasa bahagia jika mereka dapat meraih kesuksesan. Kesuksesan yang diperolehnya ini bisa berupa kesuksesan dalam studi maupun karier. Manusia bertipe II ini tidak terlalu menilai kesuksesan ini dengan banyaknya materi yang diperoleh, tetapi lebih memfokuskan diri untuk meraih keberhasilan (achievements) dalam segala bidang yang ditekuninya.
Di samping itu ada juga manusia yang merasa bahagia jika ia dapat bersama dengan seseorang yang ia cintai, atau dengan kata lain telah menemukan cinta sejatinya dan membentuk keluarga yang bahagia (loving and fulfilling relationship). Manusia dengan ciri seperti ini saya masukkan ke dalam tipe III.
Selain ketiga tipe manusia yang baru saja saya sebutkan di atas, masih ada lagi tipe manusia lain yang mendefinisikan arti bahagia. Namun sebagian besar, manusia mengatakan bahwa ia akan merasa bahagia jika telah mendapatkan hal-hal tersebut di atas.

Mengapa Kebahagiaan Sulit Didapatkan ?
Di dunia ini, kita banyak menjumpai orang yang merasa tidak bahagia. Setelah ditelusuri, orang – orang tersebut memiliki alasan yang berbeda-beda mengapa mereka merasa tidak bahagia. Ada yang mengatakan bahwa mereka tidak bahagia karena mereka selalu hidup dalam kekurangan, ada pula yang merasa tidak bahagia karena belum menemukan pasangan hidup yang tepat, ada pula yang tidak dapat menemukan kebahagiaan dalam keluarganya karena tidak adanya keharmonisan dalam keluarga tersebut. Atau dengan kata lain mereka tidak berhasil mendapatkan apa yang mereka dambakan atau impikan.
Selain itu, kita juga banyak menemukan orang yang tidak pernah puas dengan apa yang telah diperoleh atau dimilikinya, sehingga apabila orang tersebut telah berhasil meraih sesuatu, ia tidak pernah sempat untuk menikmati kebahagiaan dengan apa yang telah diperolehnya itu dan kemudian membuat target baru untuk dicapainya, dan begitu seterusnya. Dan orang ini akan selalu merasa cemas apabila tujuan berikutnya tidak tercapai.
Hal lain mengapa manusia tidak dapat merasakan kebahagiaan adalah karena manusia cenderung untuk merenungi nasib buruk yang telah menimpanya dan tidak mau berbuat sesuatu untuk memperbaikinya. Mereka terlalu terpaku pada hal yang telah berlalu dan tidak dapat melupakan masa lalunya yang pahit. Padahal jika ia mau mencoba untuk keluar dari masa lalunya yang kelam, ia kemungkinan besar masih dapat menemukan kebahagiaan.
Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya adalah kecenderungan manusia untuk berbuat mengikuti kata hati dan hawa nafsunya yang sering menjerumuskan manusia ke dalam dosa dan menyebabkan manusia itu terjerumus dalam lembah kesedihan.
Dosa manusia saya kelompokkan menjadi 7 macam yang merupakan dosa bawaan yang pada dasarnya terdapat dalam diri setiap pribadi. Dosa-dosa tersebut yaitu hawa nafsu, serakah, egois, iri hati,mudah tergoda, suka menyimpan dendam, dan emosional.
Semua perbuatan dosa tersebut seringkali membuat manusia tidak dapat merasakan kebahagiaan dalam dirinya.

Bahagia vs Tidak Bahagia

Kisah seorang pria yang setiap harinya sibuk dengan pekerjaannya. Siang malam ia bekerja dengan keras, seringkali ia merelakan waktu istirahatnya, merelakan waktu rekreasi bersama dengan istri dan anak-anaknya dan kurang perhatian terhadap kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya. Sehingga yang ia fokuskan adalah hanya pada pekerjaannya. Pada suatu ketika, pria tersebut mendapatkan kecelakaan pada saat ia sedang mengendarai mobilnya ke tempat kerjanya. Kecelakaan tersebut melukai kedua belah matanya dan membuat pria tersebut buta seumur hidupnya.
Setelah menjadi buta, ia tidak dapat bekerja dengan keras lagi seperti sebelumnya. Ia lalu banyak menggantungkan hidupnya pada pertolongan orang lain, terutama pertolongan istri dan anak-anaknya. Istrinya merasa kasihan kepadanya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Begitu pula dengan anak-anaknya juga memberikan perhatian yang mendalam kepada ayahnya.
Sang pria baru merasakan betapa besar kasih istri dan anak-anak kepadanya setelah ia buta dan tidak dapat mengerjakan apa-apa. Ia baru menyadari akan kurangnya perhatian dan kasih sayang yang ia berikan kepada istri dan anak-anaknya selama ini. Dengan keadaannya tersebut, ia baru dapat merasakan hidupnya lebih berarti dan menemukan kebagiaan dalam hidupnya.
Hikmah yang dapat diambil dari cerita singkat tersebut adalah bahwa kita seringkali tidak dapat merasakan arti hidup ini, sampai kita kehilangan sesuatu yang berharga dari dalam diri kita.
Kisah berikut yang tidak kalah menariknya adalah kisah seorang nelayan yang pekerjaannya mencari ikan. Dalam melakukan pekerjaannya, ia selalu mengerjakannya dengan santai dan tidak menggunakan cara-cara canggih untuk menangkap ikan. Ia selalu menangkap ikan dengan menggunakan pancingan yang ia miliki sambil menikmati apa yang dikerjakannya.
Pada suatu saat ada seorang dari kota yang dalam hidup sehari-harinya bekerja keras mencari nafkah pergi berlibur dengan memancing. Pada saat ia sedang memancing, ia bertemu dengan sang nelayan. Sang nelayan sedang memancing sambil berbaring santai tanpa beban, sedangkan si pemancing memancing dengan agresif. Kemudian orang kota tersebut bertanya kepada sang nelayan mengapa ia bisa begitu santainya memancing padahal profesinya adalah sebagai nelayan, sedangkan dirinya yang saat itu sedang berlibur saja memancing dengan penuh agresivitas.
Kemudian sang nelayan tersebut bertanya balik kepada orang kota itu mengapa bekerja begitu keras di kota. Si orang kota tersebut kemudian menjawab: ”Untuk mencari uang sebanyak-banyaknya, sehingga dapat menikmati hidup”.
Lalu sang nelayan menjawab, ”Jadi Anda bekerja dengan keras dengan tujuan utama menikmati hidup? Untuk apa bekerja dengan keras kalau saat ini saja saya sudah dapat menikmati hidup. Saya selalu menikmati perkerjaan saya dan hidup saya.”
Hikmah yang dapat ditarik dari kisah yang ketiga ini adalah bahwa banyak orang yang berpikir terlalu jauh untuk dapat menikmati hidup. Hal yang sangat sederhana untuk dapat menikmati hidup adalah dengan menikmati setiap pekerjaan yang kita lakukan.
Setelah membaca kisah-kisah orang yang bahagia, sekarang saya akan coba untuk menceritakan beberapa kisah orang yang hidupnya tidak bahagia.
Kisah pertama adalah tentang seseorang yang hidupnya selalu diisi dengan kerja keras, mencari uang dan uang. Itulah tujuan hidupnya, uang yang telah diperolehnya digunakan untuk berinvestasi lagi, dan lagi. Jarang Ia mau mengeluarkan uang tersebut untuk keperluan dirinya, apalagi orang lain. Sehingga orang tersebut hanya bekerja untuk melipatgandakan uang yang dimilikinya. Ia jarang sekali menikmati hari-hari yang dilaluinya bersama anak istrinya. Ia juga tidak bisa menikmati apa yang telah diperolehnya karena ia selalu merasa tidak pernah puas. Orang yang demikian adalah orang yang menyedihkan, karena walaupun sebenarnya ia kaya raya, namun sebenarnya jiwanya miskin sekali.
Berikut adalah kisah seorang anak yang selalu cemas akan masa depan dan menunda diri untuk dapat menikmati hidup. Pada saat ia lulus Sekolah Dasar, ia berkata pada dirinya sendiri bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup kalau ia telah lulus SMP. Dan pada saat ia lulus SMP, ia berkata bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup kalau sudah lulus SMU. Dan begitu ia lulus SMU, ia berkata pada dirinya lagi bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup jika telah menjadi sarjana.
Setelah ia sarjana, ia masih belum dapat menikmati hidup dan merasa bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup jika ia sudah sukses dalam pekerjaan dan menikah. Tidak lama kemudian ia menemukan cinta sejatinya dan menikah. Setelah menikah dan punya anak, ia berkata lagi pada dirinya, bahwa ia baru akan dapat menikmati hidup apabila telah berhasil membesarkan anak-anaknya. Sebelum ia berhasil membesarkan anak-anaknya, ia telah meninggal dunia karena mengalami kecelakaan pesawat terbang. Akhirnya anak tersebut telah meninggal tanpa dapat menikmati hidup yang telah lama ia jalani.

Kebahagiaan yang Sejati
Banyak orang yang sukar untuk mendapatkan kebahagiaan karena mereka berusaha untuk mencari kebahagiaan external, yaitu kebahagiaan yang dirasakan apabila mereka berhasil mendapatkan atau meraih sesuatu yang di luar dirinya. Sesuatu tersebut bisa berupa harta benda duniawi, ketenaran, nama baik, harga diri, kekuasaan, dsb. Apabila seseorang mendefinisikan kebahagiaan seperti ini, maka kebahagiaan yang didapat adalah kebahagiaan semu dan bersifat sementara. Biasanya kebahagiaan tersebut berlangsung dalam tempo yang singkat.
Banyak orang yang tidak menyadari bahwa kebahagiaan dapat digali dari dalam diri tiap-tiap pribadi atau disebut juga dengan kebahagiaan internal. Apabila seseorang telah berhasil menemukan kebahagiaan internalnya, maka orang tersebut akan selalu merasakan bahagia dalam hidupnya, apa pun yang terjadi dalam hidupnya. Kebahagiaan internal ini tercapai apabila kita dapat selalu merasakan ketenangan, kedamaian, dan suka cita dalam segala situasi. Orang yang telah menemukan kebahagiaan internal biasanya dapat selalu menerima kenyataan yang terjadi dalam hidupnya dengan besar hati.


Cara Menemukan Kebahagiaan Sejati
Langkah pertama yang dapat kita lakukan dalam usaha menemukan kebahagiaan internal adalah dengan menyadari setiap pekerjaan yang kita lakukan. Pada saat kita sedang mengerjakan tugas-tugas penting, sadarilah apa yang sedang kita kerjakan saat itu, fokuskan pikiran pada apa yang kita kerjakan.
Pada saat kita makan sadarilah bahwa saat itu kita sedang makan, pada saat kita sedang bernapas sadarilah udara yang keluar dan masuk dari hidung kita. Bawalah diri kita termasuk pikiran kita untuk menyadari apa yang terjadi saat ini (present time), jangan membiarkan diri kita selalu hanyut ke dalam kesenangan maupun kesedihan masa lalu, karena semuanya itu telah berlalu dari hidup kita. Satu detik yang baru saja berlalu telah menjadi kenangan dan menjadi masa lalu (past time). Jangan pula kita selalu membiarkan diri kita terhanyut ke dalam angan-angan yang jauh di luar realitas kita (future time).
Hal ini bukan berarti kita tidak boleh bermimpi atau berangan-angan untuk masa depan kita. Jika kita mempunyai suatu rencana untuk masa depan, bayangkan dalam beberapa saat, kemudian tulislah tujuan kita tersebut dan tulis juga langkah-langkah yang harus kita tempuh sebagai usaha kita meraih tujuan yang selalu kita angan-angankan. Kemudian lakukan tindakan/action sesuai dengan apa yang telah kita tulis tersebut, sehingga kita tidak selalu terhanyut ke dalam angan-angan kita dan tidak dapat menemukan angan-angan tersebut di dalam realitas hidup kita sekarang. Setelah kita menjalankan langkah demi langkah yang telah ditulis, dan sebagian dari langkah yang telah kita tuliskan tersebut sudah tercapai, barulah kita bayangkan kembali cita-cita kita ke arah yang lebih tinggi.
Dengan membayangkan cita-cita yang kita tuju sambil membuat blue print dan kemudian kita jalankan, maka cita-cita yang kita tuju akan lebih mudah untuk dicapai dan kita tidak akan merasa kecewa setelah kita selesai berangan-angan dan kembali ke realitas hidup, karena sebagian dari angan-angan kita sudah mulai tercapai. Namun apabila kita tidak membuat perencanaan dalam mencapai tujuan hidup kita seperti yang selalu kita angan-angankan, maka kita akan selalu terbawa hanyut ke dalam angan-angan kita, karena apa yang kita rasakan dalam realitas hidup tidak seindah apa yang kita bayangkan dalam kacamata imajinasi kita.
Satu hal yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan agar kita dapat menggali kebahagiaan yang tersimpan dalam diri kita adalah dengan selalu mengucap syukur atas segala kejadian yang menimpa diri kita. Jangan selalu membanding-bandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain yang menurut kita lebih baik dari kehidupan yang kita jalani saat ini. Kita tidak akan pernah tahu apakah orang yang kita anggap lebih “baik” itu benar-benar merasakan kebahagiaan dalam hidupnya. Bisa saja ia sedang berada dalam kecemasan karena memiliki utang yang sangat besar dan sedang bersiap-siap untuk melarikan diri, atau bisa saja orang tersebut tidak dapat merasakan kebahagiaan meskipun orang tersebut kaya raya, karena hubungan antaranggota keluarganya sudah tidak harmonis lagi.
Jika kita baru saja mengalami hal yang paling buruk dalam hidup kita, dan merasa kita adalah orang yang paling tidak beruntung dalam hidup ini, dan kita tidak tahu apa yang harus kita syukuri, syukurilah udara yang masih dapat kita hirup dan embuskan, syukurilah bahwa kita masih memiliki hidup ini, yang artinya kita masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidup kita.
Orang yang paling gagal dalam hidupnya adalah orang yang sudah tidak memiliki kesempatan lagi untuk memperbaiki keadaan dirinya, alias orang tersebut sudah meninggal. Jadi selama kita masih hidup selalu syukuri apa yang terjadi di dalam diri kita. Hal yang sangat sederhana, bukan? Namun seringkali orang lupa akan hal ini.
Bahagia adalah suatu perasaan, sesuatu yang sifatnya emosional. Perasaan bahagia ini timbul dari dalam diri kita karena kita secara fisik dengan menggunakan kelima indra kita telah mengalami suatu kejadian yang menurut diri kita sendiri menyenangkan hati dan pikiran kita. Kelima indra kita tersebut berpusat pada otak kita, otak kitalah yang mengirimkan rasa sakit yang diterima dari tangan kita yang terluka, otak kita jugalah yang mengirimkan bau wangi-wangian kepada kita. Sehingga perasaan bahagia tersebut dapat kita timbulkan apabila kita mampu mengendalikan pikiran kita. Dengan mengendalikan pikiran, maka seluruh indra yang kita miliki juga dapat kita kendalikan.
Apabila seluruh pikiran dan indra kita bisa kita kendalikan, maka hasrat dan keinginan kita juga dapat kita kendalikan, sehingga rasa bahagia dapat kita kendalikan.
Di samping itu kita juga harus menyadari bahwa hidup ini adalah suatu sirkulasi. Ada saat kita merasa sedih karena kehilangan seseorang yang paling kita cintai, namun dengan berlalunya waktu, perasaan sedih tersebut akan hilang, dan ada pula saatnya kita merasa senang karena menemukan seseorang yang mencintai diri kita. Dengan demikian perlu kita sadari bahwa semua hal sedih akan berlalu, dan begitu pula semua hal yang menyenangkan juga akan berlalu. Sehingga jika pada saat ini kita merasa senang, sadarilah bahwa kesenangan itu baru saja berlalu, dan jika pada saat ini kita merasa sedih karena suatu kejadian menimpa kita, sadari juga bahwa kejadian tersebut telah berlalu.
Selama ini kita selalu menginginkan masalah-masalah yang membuat kita stress dan sedih untuk berlalu dari hadapan kita, namun kita jarang menyadari bahwa segala hal dan kejadian yang membuat kita senang juga sudah dan akan berlalu.
Jadi senang dan sedih pasti akan berlalu. Kalau kita pernah mendengar ada sebuah judul lagu yang berbunyi Badai pasti berlalu, seharusnya ditambahkan menjadi “Badai pasti berlalu, Angin sejuk pun pasti berlalu”.

Sikap yang Harus Dibentuk
Sabar adalah sikap pertama yang perlu kita bina, apabila kita ingin mencoba menggali kebahagiaan yang tersimpan dalam diri kita. Kita harus sabar apabila ada tujuan dalam hidup kita yang belum tercapai, kita juga harus sabar apabila masalah menerjang kita, kita harus sabar dalam usaha kita untuk mengendalikan pikiran kita, dsb. Semua yang kita kerjakan dan usahakan membutuhkan waktu untuk diproses, dan untuk itu dibutuhkan kesabaran.
Besar hati merupakan sikap kedua yang harus turut dibentuk dalam diri kita. Kita harus bisa dengan besar hati menerima semua kejadian buruk yang menimpa kita, kita juga harus berbesar hati dalam menerima kenyataan pahit yang menjadikan keadaan kita jauh berbeda dari yang kita impikan. Dengan memiliki sikap yang satu ini dalam pribadi kita masing-masing, maka kita telah memiliki 50% power (kekuatan) untuk menggali kebahagiaan.
Sikap berikut yang tidak kalah pentingnya adalah tabah. Kita harus selalu tabah dalam melewati masa-masa sulit yang kita alami. Sebenarnya masa sulit itu datangnya tiba-tiba dan tanpa kita rasakan telah terjadi. Perhatikan kata telah yang saya miringkan! Kata tersebut menunjukkan bahwa kejadian tersebut sebenarnya telah berlalu, dan membuat kita merasa sedih dan susah sebenarnya adalah diri kita sendiri yang tidak mau menerima kenyataan dengan besar hati dan tabah. Jadi perasaan kita inilah yang menciptakan rasa sedih.
Sikap yang menurut saya juga berperan dalam membentuk potensi kita untuk menemukan kebahagiaan adalah tidak mudah putus asa. Apabila kita mengalami suatu kegagalan yang membuat kita sedih, maka kita harus yakini bahwa kegagalan itu telah berlalu, dan perasaan gagal tersebut jangan kita pendam terus. Kita harus berusaha lebih baik lagi untuk mencapai tujuan kita dan menghapuskan perasaan sedih yang meliputi hati kita.
Ringkasan dari artikel ini adalah: carilah, galilah dan temukanlah kebahagiaan dalam diri Anda sendiri. Jangan selalu mencari kebahagiaan eksternal, karena kebahagiaan eksternal tersebut sifatnya sementara.
Semoga dengan membaca artikel singkat ini, Anda dapat menemukan kebahagiaan sejati dalam diri Anda ! Terima Kasih.(*)